
indikasinya adalah dengan mengetahui suatu produk tersebut berharga berapa? bagaimana harga kompetitor, isi dan kandunganya apa, bagaimana dengan kompetitor, klaim member vs klaim nyatanya apa, banyak kok, intinya membandingkan dengan produk di pasaran, seperti anda membandingkan memakan ayam goreng tepung, kalau anda membandingakan ayam goreng tepung tiren vs ayam goreng tepung kaki lima yang bener aja harganya bisa setara, anda masih tidak curiga, tapi bagaimana kalau ayam goreng tiren di hargai seharga ayam KFC? tentu tidak apple to apple kan? keliatan banget nipunya, keliatan banget barang gak berkualitasnya, dan cuma orang yang kejebak yang mau beli dan berulang kali membelinya, iya tho

nah di sini masalah kesehatan dan kecantikan adalah lahan basah, lalu di ikuti oleh pulsa, tetapi kita melupakan kalau ada produk baru baru ini yang hits, yah, itu money game tampa barang jelas, dengan mengatasnamakan uang virtual ataupun iklan online, ngoahahha, produk tidak ada, cuma ngomongin iklan tapi ngakunya di bayar sampai milyaran.
ngoahahahha, nah iklan online adalah salah satu senjata member money game, tidak tepat saya sebut MLM karena memang money game beda sama MLM, kalo MLM itu yang menyamun biasa produknya, nah kalo money game, gak cuma produknya, tapi semuanya, bahkan leader sampe ownernya sama sama penyamun yang haus duit bawahan, anggap saja sebagai praktek menipu berjamaah, karena mengemis berjamaah terlalu mulia untuk mereka, ngoahahahahha

nah di sini senjata andalan mereka adalah menjadikan iklan online sebagai sarana uang, ya betul uang, dimana saat di tanya oleh para orang kritis, dimana uang yang di dapat dari bisnis ini? mereka kompak menjawab iklan online, lha pertanyaanya mereka naroh iklan dimana? di web mereka, bayangkan web yang isinya iklan doank, tidak ada konten, dan lain lain, mana ada orang idup kerjaanya cuma liat iklan doank? kalo iya di pastikan mereka adalah orang kere kere yang menganggap iklan sebagai ladang dollar mereka, padahal tujuan utama dari iklan adalah produknya di kenal, dan laku di beli oleh orang yang mampu beli, bukan orang yang mimpi beli kalau sudah mapan kelak. iya kan?
nah balik lage ke iklan online, berapa rupiah sih yang kita dapet dari iklan online? harganya relativ lah, bisa murah bisa mahal, sesuai dengan target tidak, yang lihat banyak tidak, luasnya jangkauan iklan, siapa yang lihat iklan, banyak variabel yang harus di hitung untuk menentukan besaran harga iklan online tersebut.

misalkan web, kaskus, detik, sampai google, semua di hargai tinggi karena memang yang lihat banyak, lebih luas pembacanya, usianya yang bervariasi, semakin luas semakin mahal, tetapi bayangkan iklan itu hanya di lihat oleh user berusia misalkan 17-35 tahun, di kota semarang dan sekitarnya, dll, harganya bisa lebih murah karena bersifat lokal.
nah bagaimana dengan iklan ala money game/mlm? atau bahkan di sebut juga bisnis online masa kini, walau sebenernya bisnis onlin masa begitu, ngoahahha
yah, bisa di bilang merek amelakukan sebuah tindakan sia sia, iklanya tidak terlalu bernilai, walau pagenya tinggi, penyedia jasa iklan juga seakan engan menaruh iklan di situ, kalaupun mau harganya tidak tinggi tinggi amat, persis seperti web PTC lah, ngoaahaha

lha berarti duit aslinya dapat darimana? yah dari bisnis online seperti itu, duit aslinya dari member baru walau tidak rekrut member, anggap saja waiting list, member baru, makanya ada yang namanya daftar ulang atau semacamnya, judulnya agar dapet duit lebih, walau aslinya untuk bayar member yang sudah join. ngoahahah
tahu darimana? anda coba lihat pendapatan iklan kaskus, yang termasuk web 10 besar indonesia? jika di bagi oleh seluruh anggota membernya apakah bisa membayar jutaan? jangankan jutaan rupiah, ribuan, bahkan cuma 100 rupiah saja kaskus bisa bengek, lha ini mau mimpi bisa bayar semua membernya dengan modal iklan (lirik bisnis penyamun D4f) ngoahaha
kalau tidak percaya? jalankan saja, nanti kalo pembayaran mandek dan kalian gak dapet duit, bukan lagi dream for freedom (memimpikan kebebasan) tapi menjadi dream for free doom come true (mimpi menjadi malapetaka yang nyata)

ngoahahahhaha,
sekian dulu deh, saya lagi capek banyak kerjaan, nanti kita bahas yang katanya uang virtual, walau kebanyakan sudah kolaps perusahaanya, tapi mangrodiyah masih mencari mangsa soalnya. ngoahahha
salam dream for free doom
No comments:
Post a Comment