Sunday, January 31, 2016

perbedaan BOSS dan leader MLM

sebenernya saya baru mendapatkan info mengenai apa perbedaan boss dan leader MLM, menurut saya semuanya di gunakan hanya untuk modus mencari downline, ya hanya untuk cari downline, makanya bahasanya selalu dibuat benar benar menyudutkan boss, dan membesar besarkan peran sang leader. ngoahahhahha
IMG_5442
makanya daripada tipuan boss vs leader mlm makin lama makin menjadi jadi, mari yok kita kaji boss vs leader MLM (versi ngibul) vs leader MLM (versi nyata)
untitled
saya mendapatkan dari kawan saya yang ngakak habis habisan lihat klaim sepihak member melia, mari kita kaji bareng bareng
poin pertama
boss menerintah pegawai, ya benar boss emang memerintah karena mereka mempunyai otoritas sebagai atasan, perintahnya ya suka suka dia, tapi perintahnya berdasarkan jobs desk / kerjaan anak buahnya. batasanya hanya disitu saja.
bagaimana dengan leader MLM? yah mereka ngakunya men-coach para downlinenya, tetapi kenyataanya coach dilakukan karena memang MLM sendiri tidak punya alokasi biaya untuk mencoach membernya, alias kere dan pelit modal, jadinya coaching hanya berupa duplikasi saja, dan sebennernya leader MLM juga memerintah downlinenya, hanya saja perintahnya simpel, cari downline yang banyak, entah member tersebut sedang sakit, saudaranya ada yang meninggal, sedang sekolah, sedang bekerja, intinya sama, prospek prospek prospek, dan downline yang ada di kepala leadernya
2044731_20140508065902
poin kedua
boss mengandalan otoritas. yah benar saja, boss punya wewenang dan otoritas untuk melakukan tindakan, mengkoordinasi teamnya agar bekerja tidak saling tindih, agar kerjanya tersistematis dan menghasilkan kinerja yang bagus, makanya disini peran boss benar benar vital dan penting
bagaimana dengan leader MLM? mereka ngakunya sih atas niat baik, tetapi dipikirkan lagi lah, kalau emang karena niat baik, kenapa waktu keluarga downline ada yang sakit, bahkan meninggal mereka dipaksa untuk mencari downline dengan prospek yang mengibul? kenapa bisa begitu? tujuanya sebenernya simpel
leader membutuhkan downline yang banyak, tanpa downline leader tidak akan mendapatkam bonus yang banyak, ngarep dari jualan produk? udah susah, mending cari downline, bahkan MLM yang murnipun perdownlinean adalah prioritas utama, tinggal kalo banyak downline tutup poin maka bisa dapet yang namanya bonus banyak, daripada jualan barang, gak ada yang beli, di komplain karena produk busuk iya, wkakkakaka
IMG_4835
poin ketiga
boss menciptakan ketakutan : yah bagi karyawan tidak benar maka ketakutan akan bossnya, selama bossnya benar, karyawanya benar, ya tidak ada ketakutan, adanya kerjasama yang solid dan produktifitas yang tinggi dalam pekerjaanya
leader MLM menciptakan entusiasme, apa itu entusiasme? ataukah paham sang downline menjadi antusias terhadap kerjanya di MLM? wkwkwkwk, ya wajar sekali leader butuh downline kalo mau kaya, nah kalo downlinenya aja down mana bisa leader punya duit, disini brainwash penting, pencucian otak penting, dan paling penting brainwash dilakukan secara terus terusan, dan terkesan brainwash memaksa membernya seakan menjadi manusia bodoh dan bukta akan fakta cuma demi 1 hal, downline
IMG_4850
poin keempat
boss mengucapkan kata “saya” adalah hal wajar, sang boss bertanggung jawab akan kinerja teamnya, memikul beban, bahkan terkadang mengambil resiko dengan memasang badan, walau saat kerjaanya selesai boss dianggap berjasa, ya wajar lagi, makanya tugas boss mengkordinasi tugas bawahanya agar benar benar produktif
leader MLM mengucapkan kata “KITA” merupakan hal yang wajar untuk brainwash, dimana dengan mengatakan kata “kita” maka kesanya leader dan downlinenya berjalan bersama, berjuang bersama demi mencapai kesuksesanya, padahal saat downline mendapatkan downline leader menikmati hasilnya, tetapi saat leader mendapatkan downline? belum tentu downline menikmati hasilnya juga, yah saat leader mendapatkan reward dari hasil downline, saya yakin downline tidak dapat menikmati, paling foto di depan mobil leadernya, padahal duit dapet reward karena downline lho, tetapi downline tidak dapat menikmati mobilnya lho, terus apa kata KITA? hanya tipuan belaka bray
IMG_4829
poin kelima
boss menyalahkan ketika ada masalah, lha boss bukanya pemimpin paling atas? terus dia hanya bertanggung jawab terhadap siapa? terhadap dirisendiri dan seluruh jajaran bawahanya, ibarat kata jika target tidak tercapai, dan perusahaan terancam bangkrut yang bakalan susah ya karyawanya, bawahanya, makanay boss sangat menginginkan hasil yang bagus, boss menyalahkan? yah menyalahkan jika tidak ada SOP yang di lakukan karyawanya, tetapi jika semua sudah sesuai jalur, yakin boss yang baik tidak akan menyalahkan siapa siapa
leader membereskan masalah, apakah anda yakin leader membereskan masalah? orang saat keluarga anda kena musibah leader malah menyuruh mencari downline, apapun masalahnya jawaban leader cuma 1, motivasi agar membernya mencari downline, ya karena memang leader adalah sekeji kejinya manusia yang suka menikmati hasil jerih payah downlinenya, saya tidak pernah tuh mendengar member MLM yang kecelakaan saat mencari downline di datangi oleh leader dan di sumbang untuk biaya rumah sakit, paling mentok di beliin buah dan motivasi tidak jelas, beda sekali dengan boss, ada karyawan kecelakaan pasti di jenguk, apa lagi kecelakaan karena bekerja, pasti ada lah sedikit untuk membantu biaya pengobatan.
480547_1526500884315146_5224478041849086966_n
poin keenam
boss mengetahui cara menyelesaikan, yah boss memang mengetahui cara menyelesaikan, setiap tugas anak buah selalu diarahkan oleh boss, sisanya anak buah menyelesaikan tugasnya sendiri, lha kan sebelum di terima sudah di beritahu akan kerja apa, wewenangnya apa, tanggung jawabnya apa, haknya apa, dan mereka dikerja lalu di bayar, memenuhi / tidak memenuhi target, bahkan ada bonus jika target terpenihi
leader MLM, menunjukan cara menyelesaikan, menunjukan yang bagaimana? bukankah leader MLM hanya tahu tempat gadai barang, penyelesaian leader MLM tidak jauh jauh dari UGD (utang-gadai-dol/jual) artinya masalah yang bisa leader MLM tunjukan jalanya ya di utang, gadai dan menjual barang, selain itu ya leader angkat tangan, bahkan kalau produk tidak lakupun, ada masyarakat komplain sama produk MLM leader hanya asal asalan memberikan penyelesaian, tidak ada psang badan, tidak ada tanggung jawab, bahkan janji suksesnya saat di tagih leader banyak alesan
ingat di mlm anda tidak di bayar jika tidak mencari downline / menjual barang walau rasio downline lebih besar, ngoahahha anda mengambil resiko sebagai pebisnis, padahal status anda hanya sebatas calo produk MLM yang di persenjatai wewenang mencari DOWNLINE
IMG_5489
poin ketujuh
boss memanfaatkan orang, well, disini saya ngakak sehabis habisnya, boss sudah membayar karyawanya untuk bekerja, lha kalo kerja sesuai kualifikasi yang di minta boss apa disebut memanfaatkan? lain ceritanya kalo boss menyuruh karyawan bekerja tanpa di beri bayaran, baru namanya memanfaatkan, malah adanya leader memper
leader MLM membangun orang, ini juga ketawa saya, apa yang di bangun dari downline? kerjaanya cuma cari downline saja, hanya menduplikasi leader MLM yang kesanya norak tidak karuan, apanya yang dibangun? adanya para downline di manfaatkan, lha, di gaji tidak, tetapi suruh kerja mencari downline dengan alesan motivasi kesuksesan. bahkan anda di paksa mencari downline saat keluarga anda sakit keras dengan cara memprospek mereka, apa itu disebut membanggun? menurut saya itu memanfaatkan bahkan cenderung memperbudak downlinenya
yah downline punya kebebasan untuk cari downline atau tidak, tetapi ceramah dan makian untuk memaksa anggotanya menjadi zombie pencari downline.
IMG_5352
poin kedelapan
boss mengambil pujian, well boss mengambil pujian dari siapa? dia pemimpin tertinggi, oleh klien bisnisnya? bukanya saat kerjaan bagus klien bisnisnya pun memuji bos dan team teamnya, hanya saja pujian tersebut disampaikan ke boss saja, dan biasanya karyawan mendapatkan bonus di samping gaji pokok, di traktir makan makan, bahkan di belikan kendaraan bagi karyawan berprestasi
leader MLM memberikan pujian, yah memang cuma itu yang leader punya, pujian, bahkan untuk menjamu downlinenya saja leader tidak mampu, lihatlah seminar mlm, tiap seminar sudah sholat di larang, makanan tidak ada, dan paling parah air mineral 1 gelaspun susah keluarnya, bayang 6 jam di prospek tanpa adanya makanan, makanya leader memuji habis habisan
lagian kalau downlinenya tidak di puji, nanti mereka bisa sakit hati dan mengambek, tidak mau cari downline, si leader akhirnya tidak punya uang, ingat leader tidak pernah mendapatkan gaji, dia hanya mendapatkan duit dari hasil downline yang didapatkan oleh downlinenya, alias duit dari memperjual belikan anggotanya. ngoahahha
IMG_5359
poin kesembilan
boss memerintah, cukup simpel, boss membayar karyawan, boss memperkejakan karyawan yang sanggup bekerja sesuai job desknya, makanya boss memberi perintah
leader MLM meminta tolong, leader tidak mampu mengaji downlienya, tidak ada hak dia memerintah, karena hidup leader hanya dari memanfaatkan downlinenya, apalah artinya gengsi, jika meminta tollong saja sudah dapat memanfaatkan downlinenya
ingat leader MLM selalu memanfaatkan downlinenya, secara halus agar mereka tertipu, ingat itu. buat member renungkalah sudah berapa kali anda di manfaatkan oleh leader kalian?
12115769_1624960041089382_2554223101104208492_n
poin kesepuluh
boss mengatakan “pergi” yah boss memang sering menyuruh anak buahnya, pergi jika kerjaanya sudah selesai, atau menyuruh pergi survei katakanlah, tetapi tetap saja ada uang yang menyertainya saat pergi
leader MLM mengatakan mari pergi bersama, bisa di maklumi, karena leader MLM adalah sekere kerenya leader, dia hanya mengajak pergi bersama downlinenya karena dia hanya ingin menumpang, mengajak jalan kaki bersama karena memang leader tidak mampu menyewakan biss / kereta / pesawat untuk para downlinenya berpergian bersamanya
sungguh sungguh pemimpin yang hina kan leader MLM itu? yah hina, mereka hanye membutuhkan duit dari downline saja, tidak lebih dari itu, justru hina mereka juga bertambah karena dengan kejinya memanfaatkan para downline untuk menyembah / mengagungkan / mempercayai secara buta terhadap dia, sudah mirip seperti orang ngaku sebagai nabi, alias orang yang hanya menipu pengikutnya demi keuntungan semata.
dasyat

No comments:

Post a Comment